Tim Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia Memasuki TN Gunung Merbabu

Boyolali, 26 April 2019. Sebagai salah satu bentuk hutan konservasi, taman nasional memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Taman nasional Indonesia merupakan fragmen atau cuplikan dari alam yang pernah menutupi kawasan nusantara. Melindungi keanekaragaman ekosistem. Mewakili sifat paling berharga Indonesia. Di sana sejak puluhan dan bahkan ratusan tahun lalu telah hidup harmonis dan berkembang antara alam, manusia dan budayanya.

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno mengatakan pentingnya peranan masyarakat desa-desa di pinggir taman nasional untuk ikut bersama-sama menjaga kawasan yang akhirnya juga mendapatkan manfaat dari taman nasional tersebut.

Di sini, kita bisa bersantai melepas penat menikmati alam dengan segala pesonanya.

Namun, bukan hanya itu. Di dalam taman nasional kita bisa melakukan berbagai kegiatan, seperti: mendaki gunung, menyelam, arung jeram, berfoto, udara segar dan lainnya.

Berbagai wisata minat khusus dapat dilakukan dalam taman nasional. Sejatinya kegiatan di taman nasional bukanlah wisata biasa. Di sini, setiap orang dapat belajar langsung tentang flora dan fauna asli serta bagaimana cara hidup mereka yang saling bergantung satu sama lain. Termasuk hubungannya dengan kita sebagai manusia tentunya.

Di dalam taman nasional pula kita dapat belajar bagaimana cara hidup manusia pada masa lampau. Berbagai situs bersejarah yang juga tersebar di dalam taman nasional dapat membantu kita mempelajari itu semua.

Namun, dalam melakukan semua kegiatan di atas tersebut ada satu hal yang mutlak tidak boleh dilanggar yaitu menerabas batas pelestarian alam. Taman nasional dikelola menggunakan zonasi. Setiap zona dalam taman nasional hanya dapat dikunjungi sesuai dengan fungsi, tujuan dan aturannya.

Pertanyaannya, sudahkah kita merasakan atau mendapatkan pengalaman nyata atau “real experiences” selama berkunjung ke taman nasional? Nah, melalui program Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia inilah para pejalan atau explorer dan “influencer” seperti Medina Kamil, Chintya Tengens, Tyo Survival dan Harley B. Sastha beserta tim dengan dukungan penuh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mengajak kita semua untuk menjelajahi 54 taman nasional di Indonesia dan bagaimana merasakan langsung pengalaman nyata tersebut.

Mendapatlkan cerita bagaimana taman nasional dengan bentang alam, sejarah, mitos, masyarakat dan kearifan lokal, serta berbagai macam jenis flora dan fauna saling terkait.

Setelah beberapa waktu lalu tim melakukan kegiatan di Bukit 1000 Bintang-Taman Nasional Gunung Ciremai, hari ini Kamis, 25 April 2019, tim Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia akan melakukan penjelajahan di Taman Nasional Gunung Merbabu hingga 29 April 2019.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadartahuan para pendaki tehadap lingkungan dan mematuhi aturan. Merencanakan dengan baik pendakian” ujar Junita Parjanti-PLT Kepala Balai TN Gunung Merbabu di kantor Resort Selo.

Sedangkan Plh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Johan Setiawan berharap program Jelajah 54 TN Indonesia dapat mensosialisaikan dan memperkenalkan pendaftaran online serta sistem Radio Frekuensi Identifikation (RFID) yang diterapkan untuk para pendaki dengan fungsi utamanya untuk mengidentifikasi chekin dan chekout di TN Gunung Merbabu. Agar data pendaki valid dan terverifikasi. Disini nanti para pendaki mengenakan gelang yang dilengkapi chip RFID.

Penasaran apa yang akan dilakukan mereka selama 5 hari tersebut? Tenang saja kalian bisa kepoin mereka terus juga di web dan media sosial KSDAE.

Ayo ke taman nasional. Bersama kita rawat dan jaga kelestariannya. Jangan sampai kita kehilangan kekayaan alam kita yang sesuangguhnya. Perdalam terus wawasan pengetahuan kita tentang keragaman flora dan fauna serta budaya yang hidup di sekitar taman nasional. Kenali, jelajahi, cintai dan lestarikan.

Sumber : Tim Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia & Balai Taman Nasional Gunung Merbabu