Apresiasi Prestasi Dua Binaan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu

Jakarta, 16 Agutus 2019. Keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Merbabu ikut bangga dengan adanya masyarakat binaan Taman Nasional Gunung Merbabu yang sukses menorehkan prestasi dari kerja-kerja konservasi yang dilakukan selama ini (15/8). Binaan Taman Nasional Gunung Merbabu ini berhasil menorehkan sejarah baru dengan memperoleh Penghargaan dua kategori dari 12 kategori yang ada dalam waktu bersamaan di Hotel Santika Premiere Jakarta, dua kategori yaitu Masyarakat Peduli Api (MPA) dan kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA). Yang lebih mengharukan lagi bagi kami, Kedua Kategori ini memperoleh posisi terbaik, dengan perolehan nilai paling tinggi dibandingkan dengan kompetitor – kompetitornya dari daerah lain.

Apresiasi MPA diterima oleh Saudara Supriyo sebagai Ketua MPA “PANJI” yang dibentuk oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tahun 2011. Kiprah Saudara Supriyo dalam kegiatan Perlindungan, pengamanan dan penyelamatan hutan dari ancaman kebakaran sudah dilakukan jauh sebelum Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ditetapkan sebagai taman nasional.

Untuk kategori Lomba Kelompok Pecinta Alam dimenangkan oleh KPA “PINOES” yang berkedudukan di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. KPA Pinoes yang dikomandani oleh Saudara Mas “guru” Sigit ini juga merupakan mitra konservasi Taman Nasional Gunung Merbabu yang didirikan pada tahun 1999, jauh sebelum Kawasan hutan Gunung Merbabu ditetapkan sebagai Kawasan taman nasional.

Dengan berubahnya status Kawasan hutan di daerah tempat tinggalnya, dari kawasan hutan Produksi yang dikelola Perum Perhutani menjadi taman nasional, Saudara Supriyo dan Saudara Sigit semakin aktif bergerak sebagai pioner-pioner konservasi sekaligus menggerakkan masyarakat disekitarnya untuk berperan aktif dalam kegiatan perlindungan, pengamanan dan penyelamatan hutan, karena masyarakat memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Kawasan hutan. Jika Hutan Rusak, keberadaan air bersih didalam Kawasan hutan semakin berkurang dan bahkan hilang.

Prestasi yang diperoleh MPA “PANJI” dan KPA “PINOES” ini bukanlah suatu akhir dari proses karya karya nyata konservasi, namun menjadi awalan untuk menjadi lebih.. lebih…. Lebih…. dan lebih baik lagi dalam kerja-kerja konservasi untuk menjaga kelestarian kawasan, khususnya kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, dan pada umumnya menjaga kelestarian alam di semua sudut bumi ini.

Dengan prestasi yang diperoleh ini, melekat kewajiban bagi KPA Pinoes dan saudara  Supriyo untuk membina dan mendampingi potensi potensi yang lain, sehingga bisa sama sama maju. @danansaja_2019

Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu