Taman Nasional Gunung Merbabu, Jl . Merbabu, No.136 Boyolali

Kabupaten Semarang, 19 Juli 2026 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) melaksanakan kegiatan patroli pengamanan jalur pendakian sekaligus pembersihan vandalisme di kawasan Watu Gubug, Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Thekelan, pada 18–19 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi, meningkatkan keselamatan pendaki, serta memastikan jalur pendakian tetap aman, bersih, dan nyaman digunakan.

Selama patroli, petugas melakukan pemantauan kondisi jalur pendakian serta memberikan sosialisasi kepada para pendaki mengenai pentingnya mematuhi prosedur keselamatan, membawa turun kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian, serta tidak membuat api atau perapian yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

Salah satu fokus kegiatan adalah pembersihan coretan vandalisme pada batu Watu Gubug, yang merupakan salah satu titik ikonik di Jalur Pendakian via Thekelan. Petugas menggunakan remover, thinner, cairan pembersih, sikat kawat, batu gosok, dan kuas untuk menghilangkan cat semprot yang menempel pada permukaan batu. Upaya tersebut turut mendapat dukungan dari seorang relawan asal Jakarta yang secara sukarela membantu proses pembersihan dengan membawa peralatan dan bahan pembersih sendiri. Meskipun demikian, sebagian bekas cat masih sulit dihilangkan karena telah meresap ke dalam pori-pori batu.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas juga menemukan beberapa kondisi yang memerlukan perhatian, antara lain vegetasi rumput yang mulai mengering akibat musim kemarau, bekas pembakaran sampah di sekitar Pos 3, serta adanya pendaki yang salah mengambil jalur di sekitar tikungan Watu Gubug menuju Pos 4. Petugas segera memberikan arahan agar pendaki kembali ke jalur resmi demi menjaga keselamatan sekaligus mencegah kerusakan kawasan akibat terbentuknya jalur-jalur baru.

Selain itu, petugas melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang jalur pendakian, khususnya di area perkemahan Pos 3 dan Pos 4. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sekitar 25 kilogram sampah, yang didominasi tisu, botol plastik, dan kemasan makanan, untuk selanjutnya dibawa turun dan dikelola sesuai prosedur.

Berdasarkan hasil patroli, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu merekomendasikan beberapa langkah tindak lanjut, di antaranya pemasangan papan larangan vandalisme dan pembakaran sampah di sekitar Watu Gubug, penambahan papan petunjuk arah pada titik-titik rawan salah jalur, pemasangan rambu larangan membuka jalur baru, serta pembaruan nomor pada pal hektometer (HM) yang telah hilang atau rusak.

Melalui kegiatan ini, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengajak seluruh pendaki untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan dengan tidak melakukan vandalisme, mematuhi jalur resmi pendakian, membawa turun kembali seluruh sampah, serta turut menjaga Gunung Merbabu agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *