Boyolali, 21 Agustus 2026 — Kabar baik datang dari upaya konservasi satwa liar di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb). Seekor Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) bernama “Satrio Wulung” kembali terbang bebas setelah menjalani proses penyelamatan dan rehabilitasi selama hampir satu tahun.
Satrio Wulung sebelumnya ditemukan dan diselamatkan oleh masyarakat di lereng timur kawasan TNGMb pada Agustus 2025. Satwa tersebut kemudian diserahkan secara sukarela kepada petugas TNGMb dan ditranslokasi ke Unit Perlindungan Satwa (UPS) Bunder, Gunungkidul, Balai KSDA Yogyakarta, pada September 2025 untuk menjalani proses rehabilitasi.
Setelah melalui proses rehabilitasi dan pemeriksaan kondisi kesehatan oleh tim medis UPS Bunder, Satrio Wulung dinyatakan siap untuk kembali ke habitat alaminya. Pelepasliaran dilaksanakan pada Jumat (21/8) di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Kegiatan pelepasliaran melibatkan Balai TNGMb bersama unsur Muspika Kecamatan Selo, Danramil Selo, Wakapolsek, DLH Kabupaten Boyolali, MPA/KPA, tokoh masyarakat, kelompok pegiat konservasi, serta masyarakat sekitar. Sebelum dilepasliarkan, dilakukan pengecekan akhir untuk memastikan kondisi satwa siap kembali ke alam.
Momen pelepasliaran berlangsung dengan baik. Satrio Wulung segera terbang bebas menuju kawasan hutan Merbabu, menandai dimulainya kembali perannya sebagai bagian dari ekosistem.
Kepala Balai TNGMb melalui jajaran yang hadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyelamatan, rehabilitasi hingga pelepasliaran Satrio Wulung. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mitra konservasi, dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan satwa liar dan habitatnya.
Pelepasliaran ini bukan sekadar mengembalikan seekor satwa ke alam. Lebih dari itu, menjadi pengingat bahwa setiap satwa memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan membutuhkan habitat yang aman untuk dapat bertahan hidup.






