Boyolali, 13 Februari 2026 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui Resor Ampel menyelenggarakan pertemuan Paguyuban Kelompok Pemanfaat Air Ponco Tirto Manunggal pada Kamis (13/2/2026) di Joglo Mbah Harno, Desa Kembang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan koordinasi, pembenahan administrasi, serta optimalisasi pengelolaan pemanfaatan air secara berkelanjutan di wilayah kerja Resor Ampel.
Pertemuan dibuka oleh Ketua Paguyuban, dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan penanaman dan pengecekan bak penampungan air yang telah dilaksanakan pada 28 Januari 2026 bersama petugas Resor Ampel. Selain itu, kelompok didorong untuk segera menyusun dan menyelesaikan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2026 guna mendukung tertib administrasi dan perencanaan kegiatan yang lebih terarah.
Dalam arahannya, Kepala Resor Ampel selaku perwakilan Balai TN Gunung Merbabu menjelaskan bahwa pemanfaatan air oleh masyarakat mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 18 Tahun 2019 dengan masa berlaku izin selama lima tahun. Sejak tahun 2023, Kelompok Ponco Tirto Manunggal telah mengantongi izin pemanfaatan air nonkomersial. Oleh karena itu, penyusunan RKT menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan kegiatan tahunan. Hasil evaluasi RKT Tahun 2025 masih menunjukkan adanya data yang belum lengkap, sehingga perlu segera disempurnakan sesuai arahan auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan. Resor Ampel menyatakan kesiapan untuk mendampingi kelompok dalam penyusunan maupun penyempurnaan RKT dan laporan kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Tim Kerja Pemanfaatan Jasa Lingkungan Balai TN Gunung Merbabu menekankan pentingnya pemasangan kran dan meteran air guna mengendalikan penggunaan air secara efektif dan efisien, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Kelompok juga diminta untuk memperbarui data jumlah pemanfaat dan debit air secara berkala serta menyusun laporan realisasi kegiatan berdasarkan RKT. Pembaruan data tersebut penting untuk mendukung kegiatan monitoring, perhitungan valuasi sumber daya alam, serta mengetahui ketersediaan air pada musim kemarau dan penghujan.
Dalam sesi diskusi, kelompok menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut. Di antaranya adalah perbaikan RKT dan laporan kegiatan Tahun 2025 serta penyusunan RKT Tahun 2026 dengan pendampingan Resor Ampel. Program kranisasi dan meteranisasi ditetapkan sebagai prioritas guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan air. Selain itu, kelompok akan memperkuat penataan administrasi, seperti pencatatan absensi, penyusunan notulensi, dan dokumentasi kegiatan, serta meningkatkan komunikasi internal dan koordinasi dengan pengelola kawasan.
Kelompok Ponco Tirto Manunggal juga berkomitmen mengalokasikan dana konservasi secara in-kind untuk mendukung kegiatan di dalam kawasan, seperti pembibitan, penanaman, serta penanganan kebakaran hutan. Melalui paguyuban ini, diharapkan kekompakan dan kepatuhan anggota terhadap kewajiban pemanfaatan air semakin meningkat, sehingga pengelolaan sumber daya air dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung upaya konservasi kawasan.






