Taman Nasional Gunung Merbabu, Jl . Merbabu, No.136 Boyolali

Boyolali–Magelang, Februari 2026 – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melaksanakan kegiatan pemeliharaan jalur pendakian secara terpadu pada tiga jalur utama, yaitu Wekas, Cuntel, dan Thekelan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta menjaga kelestarian kawasan wisata alam di Gunung Merbabu.

Pemeliharaan jalur dilaksanakan pada 12–15 Februari 2026 dengan melibatkan petugas, kelompok masyarakat, porter, serta komunitas pecinta alam di masing-masing wilayah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan kawasan konservasi yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Pada jalur Wekas, kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Grabupal Dusun Kedakan, Desa Kenalan. Pemeliharaan dilakukan selama dua hari dengan cakupan HM 00 hingga HM 30. Kegiatan difokuskan pada pembersihan tanaman bawah dan spesies invasif yang menutup jalur, pembuatan drainase, penanganan pohon tumbang, serta pembuatan trap pada jalur yang curam dan licin. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menjumpai satwa liar berupa lutung budeng di kawasan Bukit Klantangan. Selain itu, ditemukan pohon akasia tumbang berukuran besar di HM 13 yang memerlukan tindak lanjut.

Pemeliharaan jalur via Cuntel dilaksanakan bersama warga Dusun Cuntel dan anggota KPA AkarAsa. Kegiatan meliputi pembersihan jalur, pemeliharaan patok HM, penanganan pohon tumbang, pembuatan trap, serta pemasangan pipa untuk mengalirkan air dari sumber mata air di sekitar Pos 2 Kedokan ke jalur pendakian. Selain itu, dilakukan penataan dan perluasan area perkemahan di Pos 3 Kergo Pasar guna meningkatkan kenyamanan pendaki.

Sementara itu, pada jalur Thekelan, kegiatan dilaksanakan bersama porter setempat dengan target HM 00 hingga Pos 4. Kegiatan meliputi pembersihan jalur, penanganan pohon tumbang, serta pembuatan sidatan air untuk mengurangi potensi kerusakan jalur akibat aliran air.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, kelompok hutan, porter, dan komunitas yang telah berkontribusi dalam menjaga kualitas jalur pendakian. Ke depan, sinergi dan partisipasi ini diharapkan terus ditingkatkan dalam mendukung keselamatan pengunjung sekaligus pelestarian ekosistem kawasan konservasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *