Taman Nasional Gunung Merbabu, Jl . Merbabu, No.136 Boyolali

Boyolali-Magelang, Juli 2025 Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) melaksanakan kegiatan patroli terpadu bersama Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabal Nusra) serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, tanggal 21 s.d 24 Juli 2025, dan dilaksanakan di beberapa titik rawan karhutla di dalam kawasan TN Gunung Merbabu. Lokasi patroli mencakup wilayah Resor Pakis, seperti Blok Banyunganti, Blok Sibelik, Blok Semen, Blok Ngelu, serta Desa Banyusidi. Di wilayah Resor Ngablak, kegiatan dilaksanakan di Desa Genikan dan Dusun Burunan, sedangkan untuk wilayah Resor Selo menyasar Desa Jrakah, Dusun Tumut, dan Dusun Tempel, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Patroli dilaksanakan secara intensif dengan metode berjalan kaki menyusuri jalur setapak dan kawasan hutan untuk memantau kondisi vegetasi, melakukan uji seresah, serta pencatatan cuaca dan kelembapan. Uji remas seresah digunakan untuk mengetahui tingkat kekeringan seresah yang dikategorikan dalam klasifikasi rendah hingga sedang. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi vegetasi secara umum masih hijau, dengan kelembapan tanah dan udara yang cukup tinggi, sehingga potensi terjadinya kebakaran tergolong rendah. Kegiatan diawali dengan apel pagi dan briefing teknis untuk menentukan rute patroli dan pembagian tugas, disertai dengan pengecekan kondisi tanah, iklim lokal, serta kontur wilayah sebagai bagian dari pengumpulan data lapangan.
Selama patroli, tim juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang dijumpai di sekitar kawasan hutan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, upaya pencegahan, serta langkah-langkah penanganan jika terjadi kebakaran. Di beberapa lokasi, aparat desa turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan siap membantu menyebarluaskan informasi kepada warga setempat. Dalam kegiatan ini, tim juga memanfaatkan dua aplikasi utama, yaitu aplikasi Patroli Karhutla dari PPI (Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion) dan aplikasi Smart Patrol berbasis sistem grid. Kedua aplikasi ini membantu pencatatan data secara sistematis, mencakup informasi vegetasi, flora dan fauna, kondisi pal batas kawasan, serta titik koordinat penting lainnya.
Berdasarkan hasil kegiatan selama empat hari tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla. Kawasan terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, tim tetap merekomendasikan peningkatan kewaspadaan serta pelaksanaan patroli rutin secara berkala, khususnya menjelang puncak musim kemarau. Melalui kegiatan ini, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan instansi terkait dalam upaya menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran hutan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *