Bogor — Peringatan tiga dekade konservasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyelamatkan salah satu satwa kharismatik Indonesia yang juga dikenal sebagai simbol Garuda. Kegiatan nasional ini secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dan diselenggarakan pada 11–13 Desember 2025 di IPB International Convention Center, Bogor.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kehutanan menegaskan bahwa Elang Jawa merupakan indikator kesehatan ekosistem hutan di Pulau Jawa. Saat ini, populasi Elang Jawa diperkirakan hanya tersisa sekitar 600–700 individu di habitat alaminya. “Elang Jawa adalah penanda penting kondisi hutan Jawa. Kita harus memastikan habitatnya tetap lestari agar populasinya dapat meningkat,” tegasnya. Pemerintah, lanjut Wamenhut, tengah menyiapkan penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa Tahun 2026–2035 serta memperkuat penilaian Daftar Merah Nasional guna meningkatkan efektivitas upaya konservasi ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Wamenhut juga menyerahkan penghargaan “Guards of Javan Hawk-eagle” kepada para petugas Kementerian Kehutanan yang selama 10–15 tahun terakhir aktif dan konsisten melakukan penelitian serta konservasi Elang Jawa. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah petugas Polisi Kehutanan (PEH) Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Jarot Wahyudi, yang selama ini berfokus pada konservasi satwa liar Elang Jawa dan Surili Jawa (Presbytis comata), sebagai satwa prioritas di kawasan TNGMb.
Melalui pendekatan berbasis penelitian, monitoring, dan pengelolaan habitat, Jarot Wahyudi bersama tim secara rutin melakukan pemantauan populasi dan sebaran Elang Jawa, termasuk mendeteksi keberadaan individu, potensi sarang, serta perkembangan populasi di lokasi-lokasi pemantauan. Upaya tersebut turut berkontribusi dalam penetapan Elang Jawa sebagai salah satu spesies prioritas konservasi di Taman Nasional Gunung Merbabu.
Menutup rangkaian acara, Wakil Menteri Kehutanan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan dan lintas generasi. “Pelestarian satwa adalah pelestarian masa depan bangsa,” pungkasnya.






