Taman Nasional Gunung Merbabu, Jl . Merbabu, No.136 Boyolali

Jakarta, 28 Juli 2025 — Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya pada 10 hari pertama bulan Agustus 2025, yang diprediksi menjadi periode paling rawan kebakaran di seluruh provinsi.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Juli usai rapat koordinasi monitoring Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta delapan gubernur dari wilayah dengan potensi karhutla tinggi, yang digelar di Kantor BNPB, Jakarta.

“Hampir di semua provinsi pada 10 hari pertama Agustus berada dalam status peringatan. Kombinasi cuaca ekstrem dengan curah hujan rendah, pembentukan awan yang minim, dan kekeringan lahan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan,” jelas Menteri Raja Juli kepada media.

Ia juga menyebutkan bahwa ancaman karhutla diperkirakan masih berlanjut hingga September, namun dengan intensitas yang mulai menurun seiring perkiraan datangnya musim hujan pada bulan Oktober.

Dengan situasi tersebut, Menteri Kehutanan menekankan pentingnya sinergi semua pihak, baik instansi pemerintah, masyarakat, maupun relawan pengendalian kebakaran, untuk melakukan deteksi dini, pemantauan lapangan, dan sosialisasi secara berkelanjutan.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui jajaran di lapangan terus melakukan upaya pencegahan dini dan patroli rutin terpadu bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), mitra perguruan tinggi, dan stakeholder lainnya. Kesiapsiagaan sumber daya manusia, peralatan, serta pemanfaatan aplikasi pemantauan seperti Smart Patrol dan Patroli Karhutla juga terus ditingkatkan.

Mari bersama menjaga kawasan konservasi tetap lestari dan aman dari ancaman karhutla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *