Merbabu Nandur 2020

Magelang, 2 Februari 2020. Musim kemarau panjang di Tahun 2019 yang disebabkan fenomena alam (El Nino) menjadikan kekeringan di beberapa wilayah Indonesia termasuk kawasan Gunung Merbabu, ditambah adanya kejadian angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang kurang lebih 18.000 pohon. Dampaknya sumber air, sungai dan mata air menjadi kering serta ekosistem terganggu. Demi mengembalikan ekosistem Gunung Merbabu, maka Gerakan Merbabu Nandur dengan tema “Melestarikan Alam, Merajut Kebhinekaan” perlu dilakukan. Gerakan didasari dengan kerjasama semua pihak, semangat yang kuat untuk melestarikan alam. Kegiatan penanaman ini dilakukan di Blok Grenden dan sekitarnya.

Tidak kurang dari 5000 relawan dari 93 organisasi terlibat  dalam penanaman 6000 bibit sebagai salah satu ikhtiar untuk mengembalikan keasrian Gunung Merbabu.  Sebelum melakukan penanaman seluruh relawan menyaksikan hiburan topeng ireng dari Desa Pogalan.

Dirjen KSDAE, Bapak Wiratno berkesempatan menyerah apresiasi kepada tokoh lokal inspiratif dalam kontrisubinya sebagai pejuang konservasi.  Bapak Dirjen juga mengajarkan kita harus berterimakasih kepada pohon,  karena sudah memberikan berjuta manfaat kepada umat manusia. Memeluk pohon, mencium serta merawatnya dengan sepenuh hati sebagai bentuk terimakasih kita kepada pohon pohon yang ada.

Semangat “Merbabu Nandur” ini menjadi trigger untuk melakukan kegiatan serupa.

Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu