Menanamkan Cinta Merbabu Sejak Dini

Boyolali – “Mencintai alam dan hutan” kini bukan hanya barisan kata indah yang selalu digaungkan. Penyadartahuan kepada masyarakat luas adalah upaya yang tidak berhenti dilakukan. Salah satu cara baru kelola kawasan konservasi menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan kawasan konservasi. Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu sebagai pengelola kawasan pelestarian alam kini tidak hanya merangkul pemerintah, kelompok masyarakat dan relawan saja namun juga mengajak siswa-siswi di sekitar Desa Penyangga untuk ikut melestarikan hutan.

Bersama siswa-siswi TK Kuntum Mekar Desa Batur dan TK Ngudi Rahayu II Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada awal bulan April silam (3/4) dilaksanakan kegiatan penanaman pohon di Treetop dan Umbul Songo. Kesadaran akan cinta lingkungan sendiri sudah menjadi bagian dari kurikulum Pendidikan Taman Kanak-kanak dengan tema pembelajaran alam semesta.

Praktek kegiatan mencintai alam semesta diwujudkan dengan menanam pohon di kawasan TN Gunung Merbabu. Pada kegiatan ini sebanyak 37 orang siswa-siswi TK Ngudi Rahayu II menanam di sekitar Obyek Wisata Alam Umbul Songo dan sebanyak 35 orang siswa -siswi TK Kuntum Mekar menanam di Obyek Wisata Alam Kopeng Alam Wisata (Treetop). Kegiatan menanam pohon diikuti oleh siswa -siswi dengan senang hati dan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pengenalan pentingnya mencintai alam dimulai sejak dini dengan harapan seluruh lapisan masyarakat sadar dan mau menjaga TN Gunung Merbabu.

Sumber : Birgitta Karlina Pritta, S.Hut – Penyuluh Kehutanan Pertama Balai TN Gunung Merbabu