Boyolali, 27 Mei 2025 – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menerima kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pengelolaan wisata alam yang ramah lingkungan, aman, serta berkelanjutan.
Kunjungan diawali dengan peninjauan sistem pengelolaan pendakian berbasis teknologi SIDARING (CCTV dan gelang RFID), yang merupakan inovasi menuju konsep Zero Waste & Zero Accident. Melalui sistem ini, diharapkan aktivitas pendakian dapat berlangsung lebih tertib, aman, sekaligus mendukung upaya pelestarian alam.
Selanjutnya, Menteri Kehutanan bersama Bupati Boyolali, Direktur Jenderal KSDAE, para pejabat terkait, serta undangan melakukan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Gunung Merbabu. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen menjaga kelestarian hutan sebagai titipan generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan secara resmi melepas peserta MoNa Kelana 2025, sebuah inisiatif dari WWF-Indonesia yang mengajak publik untuk melakukan pendakian ramah lingkungan. Pendakian ini diikuti oleh sejumlah tokoh publik dan MoNa Kelana Warrior yang mengusung pesan konservasi: menjaga keseimbangan antara wisata alam dengan pelestarian lingkungan.
Menteri Kehutanan berpesan, “Jaga keseimbangan wisata dan alam.” Pesan ini menegaskan bahwa pengelolaan taman nasional tidak hanya tentang wisata, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga ekosistem dari kerusakan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Gunung Merbabu menunjukkan bahwa wisata alam dapat dikelola secara etis, inklusif, dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus bumi yang kita cintai.








