Jakarta (13–16 Juni 2025) — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) turut ambil bagian dalam perhelatan akbar Indonesia Outdoor Festival (INDOfest) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC). Keikutsertaan ini menjadi ajang penting untuk mengenalkan upaya konservasi Merbabu secara lebih luas kepada masyarakat, terutama dalam konteks pengelolaan pendakian yang ramah lingkungan, tertib, dan berkelanjutan.
Dalam sesi talkshow, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu memaparkan langsung strategi pengelolaan kawasan, dengan menekankan bahwa aktivitas pendakian—sebagai daya tarik utama—harus dikelola dengan memperhatikan daya dukung ekosistem hutan pegunungan. “Kami ingin memastikan bahwa keindahan dan fungsi ekologis Gunung Merbabu tetap terjaga, salah satunya melalui pengaturan kuota dan sistem booking online sebagai instrumen pengendali wisata alam,” tegasnya.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam forum tersebut antara lain:
- Pentingnya menjaga daya dukung lingkungan jalur pendakian agar tidak melebihi kapasitas ekosistem;
- Penggunaan teknologi dalam sistem pemesanan online dan pembatasan kuota pendakian sebagai bentuk pengawasan;
- Kolaborasi aktif dengan masyarakat sekitar, seperti Mitra Polhut, pengelola basecamp, hingga komunitas relawan konservasi;
- Penerapan prinsip 3Z+ (Zero Waste, Zero Accident, dan Zero Complaint) sebagai standar pengelolaan pendakian berkelanjutan di TN Gunung Merbabu.
Partisipasi dalam INDOfest juga menjadi sarana edukasi publik bahwa taman nasional bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga kawasan lindung yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati serta penyangga kehidupan masyarakat sekitar.





