Taman Nasional Gunung Merbabu, Jl . Merbabu, No.136 Boyolali

Yogyakarta, 30 Juni 2025 – Dalam rangka memperkuat upaya konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati hutan, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melaksanakan pertemuan kerja sama dengan Balai Pemuliaan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah III di kantor BPTH Wilayah III, Yogyakarta.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Dr. Anggit Haryoso, S.Hut., M.Sc., didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala SPTN Wilayah I, Kepala SPTN Wilayah II, serta para pejabat fungsional lingkup Balai. Sementara dari pihak BPTH Wilayah III, turut hadir Kepala Balai, yang didampingi oleh Mulyawati Prasetyaningtyas, S.Hut., M.P. dan Khuswantoro Akhadi, S.Hut., M.A.P.

Dalam suasana penuh semangat kolaboratif, kedua lembaga membahas pengembangan tanaman endemik Saninten (Castanopsis argentea) yang merupakan jenis khas hutan pegunungan dan memiliki nilai ekologis tinggi. Pengembangan tanaman dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu secara generatif (melalui perbanyakan biji) dan vegetatif (melalui teknik cangkok dan setek), sebagai bagian dari strategi pelestarian spesies lokal yang terancam oleh degradasi habitat.

Selain penguatan konservasi, pertemuan ini juga membahas rencana kerja bersama dalam bentuk riset, pengembangan teknologi pemuliaan tanaman hutan, serta berbagi peran dalam menjaga dan memperbanyak jenis-jenis pohon bernilai konservasi tinggi dari kawasan Taman Nasional.

Sebagai langkah konkret awal kerja sama, dilakukan serah terima bibit hasil cangkok tanaman Saninten yang berasal dari kawasan TN Gunung Merbabu kepada pihak BPTH Wilayah III. Bibit-bibit ini nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar pengembangan lebih lanjut dalam program pemuliaan dan rehabilitasi hutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian plasma nutfah asli kawasan konservasi.

Kepala Balai TN Gunung Merbabu dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara unit pengelola kawasan konservasi dan lembaga teknis yang memiliki kapasitas dalam bidang pemuliaan tanaman hutan. Harapannya, melalui kolaborasi ini, pelestarian spesies lokal seperti Saninten tidak hanya berhenti pada upaya perlindungan in situ, tetapi juga diperluas ke pengembangan ex situ yang terencana dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menandai komitmen bersama dalam memperkuat basis ilmiah dan teknis untuk pengelolaan hutan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan tantangan konservasi ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *