Semarang, 23 November 2025 – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu turut ambil bagian dalam Kampanye Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada Minggu, 23 November 2025, di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Semarang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh DLHK Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Daerah Sumber Daya Genetik (KOMDA SDG) ini berfokus di area Halte BRT Simpang Lima hingga Hotel Ciputra, dengan melibatkan berbagai unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan.
Balai TN Gunung Merbabu bergabung bersama Balai KSDA Jawa Tengah, Balai TN Karimunjawa, dan Balai TN Gunung Merapi untuk melakukan edukasi konservasi kepada masyarakat yang menikmati kegiatan CFD. Kehadiran para UPT ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya pelestarian puspa dan satwa sebagai bagian integral dari keanekaragaman hayati Indonesia.
Selama kegiatan berlangsung, tim Balai TN Gunung Merbabu melaksanakan sejumlah aktivitas, antara lain kampanye konservasi kepada pengunjung CFD, pembagian gratis ±1.500 bibit cabai rawit dan tabebuya, serta penyelenggaraan kuis interaktif bertema konservasi. Pembagian bibit tanaman mendapat respons positif dari masyarakat yang antusias membawa pulang bibit untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Sementara itu, sesi kuis menarik partisipasi berbagai kelompok usia, sekaligus menjadi sarana edukasi yang efektif dan menyenangkan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya interaksi dengan para petugas, baik dalam menerima materi kampanye maupun dalam berpartisipasi aktif pada kegiatan yang diselenggarakan. Respons publik tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap isu konservasi, terutama terkait perlindungan puspa dan satwa sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Partisipasi Balai TN Gunung Merbabu pada kampanye HCPSN 2025 menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antar-UPT Kementerian Kehutanan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini, pesan pelestarian alam dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat, sekaligus memperkuat langkah kolektif dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia secara berkelanjutan.








