Boyolali, 9 Juli 2026 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) Resor Selo sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan yang berlangsung di Resor Selo ini diikuti oleh 55 peserta dan melibatkan berbagai instansi terkait sebagai bentuk penguatan sinergi menghadapi musim kemarau.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Seksi II Wilayah Jabalnusra, BPBD Kabupaten Boyolali, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Polsek Selo, Koramil Selo, serta perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kopeng. Materi yang disampaikan meliputi strategi pencegahan kebakaran hutan, sistem peringatan dini (early warning system), teknik dasar pemadaman, penggunaan peralatan pemadaman, mitigasi bencana, hingga penanganan medis pertama (Medical First Responder) pada kondisi darurat.
Dalam sambutannya, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pengalaman kebakaran hutan tahun 2023 sebagai pembelajaran dalam meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi kebakaran, melakukan pelaporan secara cepat, serta berpartisipasi aktif menjaga kawasan konservasi dari ancaman karhutla.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis peralatan pemadaman kebakaran beserta perlengkapan personal use kepada perwakilan anggota Masyarakat Peduli Api. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan kemampuan MPA dalam mendukung upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Sebagai bentuk penguatan kapasitas, seluruh peserta mengikuti sesi praktik penggunaan peralatan pemadaman dan simulasi penanganan kebakaran hutan yang dipandu oleh instruktur dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan teknik pemadaman yang aman, efektif, dan sesuai prosedur.
Melalui pembinaan ini, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pencegahan kebakaran hutan yang responsif. Peningkatan kapasitas Masyarakat Peduli Api diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan kejadian di lapangan, serta menjaga kelestarian kawasan Gunung Merbabu dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.




