Wonolelo, 21 Juli 2025 — Dalam upaya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular, Resort Wonolelo Balai Taman Nasional Gunung Merbabu bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 157 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pengelola kawasan konservasi dan perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengelolaan sampah. Fokus utama pendampingan adalah pada pengembangan produk kerajinan berbahan dasar limbah plastik, seperti gantungan kunci dari plastik daur ulang.
Mahasiswa KKN memberikan kontribusi berupa pelatihan desain dan pengemasan produk agar tampil lebih menarik, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari produk daur ulang, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang kreatif dan berkelanjutan.
Tak hanya berhenti pada kerajinan kecil, Kelompok KTH Suwanting juga menunjukkan minat pada inovasi alat pengolah sampah plastik yang mampu menghasilkan papan plastik. Produk ini berpotensi menjadi alternatif pengganti papan kayu yang ramah lingkungan, dan dapat dimanfaatkan untuk membuat furnitur seperti meja, kursi, serta produk rumah tangga lainnya.
Inovasi ini selaras dengan prinsip konservasi dan pelestarian hutan, karena mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku kayu. Selain berdampak ekologis positif, pengembangan papan plastik dari limbah juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan taman nasional.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya pengurangan sampah plastik dan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi sirkular dapat terus berkembang, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di sekitar Gunung Merbabu.






