Boyolali, 4 Juni 2026 — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu turut berpartisipasi dalam kegiatan Talk Show Merbabu Art Fest yang diselenggarakan di Joglo Balai Desa Sampetan. Mengangkat tema “Antara Eksistensi Digital, Taruhan Nyawa dan Etika Alam”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk membahas fenomena meningkatnya aktivitas pendakian yang dipengaruhi tren media sosial serta pentingnya membangun budaya pendakian yang aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, relawan pecinta alam Bakat Lahar, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali. Diskusi membahas berbagai isu mulai dari fenomena pendaki FOMO (Fear of Missing Out), dampak sampah di kawasan gunung, risiko kecelakaan pendakian, hingga pentingnya etika dan kesadaran konservasi di era digital.
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui Kristina Dewi, S.Si., M.Sc., M.Eng menyampaikan materi terkait pengelolaan kawasan konservasi, pengaturan kuota pendakian, serta pentingnya edukasi bagi pengunjung. Sementara itu, relawan Bakat Lahar berbagi pengalaman lapangan terkait proses evakuasi dan risiko keselamatan yang dihadapi dalam penanganan kecelakaan pendaki. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan penguatan kesadaran lingkungan di kawasan wisata alam.
Diskusi dibagi ke dalam beberapa segmen, mulai dari fenomena viral pendakian di media sosial, sisi kemanusiaan di balik proses penyelamatan pendaki, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi konservasi. Pada sesi penutup, para narasumber mendorong munculnya gerakan positif seperti “Bawa Turun Sampah” dan “Pendakian Minim Sampah” agar menjadi budaya baru di kalangan pendaki muda.
Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan ini juga memperkuat semangat Merbabu Art Fest sebagai media kolaborasi antara seni, lingkungan, dan generasi muda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam secara lebih bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa menjaga keselamatan pendakian dan kelestarian gunung merupakan tanggung jawab bersama.




